Baperan

Siapa di sini yang baperan? Aku aku aku aku!

Kita semua pasti pernah menjadi orang yang baperan alias sensitif alias dikit-dikit bawa perasaan. Kenapa sih? Ya tidak apa-apa, namanya juga people.

Baru banget aku mengalami kegiatan yang kalau terjadi di masa lalu pasti bikin aku baper, lebih ke nggak enakan sih aku emang dulu tuh, namun sekarang aku lebih ke cuek. Bukan tidak peduli tapi ya kadang kita tidak perlu baperan saja, apalagi kalau bukan hal penting, apalagi kalau orangnya memang suka playing victim haha bercanda. Tapi bener ding, kadang.

Dulu aku sangat baperan, dikit-dikit ingin mengiyakan ajakan semua orang, ending-nya apa? Ya benar, capek sendiri. Dulu aku ingin sekali membahagiakan semua orang dengan iya-iya aja, meskipun terkadang aku lelah letih lesu tapi aku tetap iyakan agar yang mengajak itu senang. Ternyata itu tidak perlu kita lakukan kawan, kita tidak perlu bilang iya, kalau memang posisinya ingin bilang tidak. Tidak ya tidak saja. Dan sangat bersyukur karena sekarang aku sudah bisa bilang tidak.

Baperan nih kadang bisa jadi penyakit lho. Penyakit yang menyakiti diri sendiri. Dan itu jangan sampai terjadi. Kehilangan diri sendiri itu serem, mending kehilangan temen, hehe.

Menurutku boleh kok baper tapi jangan yang terlalu baper, kasihan hatinya, nanti sakit. Bagiku segala rasa itu boleh kita rasakan biar nano-nano saja hidup, tapi sepertinya tidak perlu terlalu terpaku pada satu rasa, jangan mau jadi budak rasa, apalagi kalau rasanya tidak enak, mending dilepeh saja.

Oke terakhir, semoga kita bisa menjadi orang baperan di waktu dan tempat yang tepat. Amin, mari kita tidur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penghakiman

Tiba-Tiba Mikir

Natal