Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2022

Agar-Agar

Hari ini aku melihat orang dulang-dulangan , alhasil aku langsung mengingat agar-agar yang pernah kau suapkan. Waktu itu, siang hari, hari di mana kita mau pergi ke suatu tempat yang saking banyaknya tempat yang pernah kita kunjungi jadinya aku lupa dulu mau ke mana, kayaknya nonton film anu, nggak bisa kusebut takut kamu langsung paham, aku tidak siap wkwk. Kenapa ya aku sering sekali mengingatmu? Kamu lho paling nggak pernah. Padahal kalau dipikir-pikir harusnya pernah lho, terus kamu telpon aku, aku nggak angkat, terus kamu datang ke rumahku, terus kita ngobrol dari hati ke hati, terus aku sadar kalau aku hanya berangan-angan. Mas, aku tuh kurang apa? Wkwk lucu banget pertanyaanku, ya jelas kurang memikat hatimu to yo . Kalau terpikat pastilah kita tak berpisah, pastilah kita sudah bersama-sama membicarakan presiden selanjutnya akan dijabat oleh partai apa. Why oh why , mengapa aku masih sering mengingatmu? Mengapa kadang kau masih hadir dalam mimpiku? Sopoi sek arep jawab ...

Ringut

Ringut adalah sebuah kegiatan mangkel yang tidak berkesudahan. Mangkel sendiri adalah rasa kesal yang levelnya sudah dhuwur . Dhuwur adalah tinggi. Oke mohon maaf sekali kok seperti belajar Pepak Basa Jawa . Ya, intinya aku sedang kesal, tidak tau dengan apa, yang jelas mengetik sesuatupun sulit untuk aku kontrol, tidak tau sudah berapa orang yang sakit hati akan tingkahku hari ini. Dan aku minta maaf. Tapi yo piye janhes , lebih baik aku tidak bergabung daripada hanya membuat perdamaian kita selama ini hancur. Wkwk opo seh bahasaku. Sebagai perempuan yang setiap bulan kedatangan tamu, kadang aku sendiri bingung hadirnya rasa ingin marah-marah ini karena mau datang bulan atau memang hanya karena keadaan yang tak sesuai keinginan. Hidup kan gitu ya kawan. Rasa kesal yang datang tiba-tiba itu sangatlah menyebalkan, ya meskipun sebenarnya kalau mau ditilik lebih dalam, alasan itu pasti ada. Misal karena miskin, karena pencapaian kita yang gini-gini aja, iri dengan orang lain, di...

Tidur Sore 9 Jam

Sungguh tidak paham dengan mata dan tubuh ini, tidur dari jam empat sore dan bangun jam satu pagi. Lalu sekarang masih terjaga, nonton series Geez and Ann sambil makan kimchi. Senin memang berat, tapi berat badanku lebih berat haha. Jadi inget, kemarin aku ketemu orang banyak, satu di antara mereka bilang nyuruh aku diet, benar-benar di depan orang banyak, sungguh membuatku sedikit murka wkwk. Tapi aku tetap tersenyum sambil bilang kalau aku belum mau diet, padahal yo mbahmu wkwk. Gini ya kawan, jika kamu ingin memberi petuah kepada siapapun itu, tolong jangan lakukan di depan banyak orang, karena sungguh itu sangat menyebalkan. Titik. Tidak ada penjelasan dari kalimat di atas karena aku yakin siapapun kamu yang membaca kalimat di atas akan langsung manggut-manggut dan mengerti. *tarik napas* *hembuskan* Oke mari melanjutkan tidur sembilan jam, atau tidak usah ya? Sungguh ini sudah jam empat pagi, sepertinya akan lebih indah jika aku bersiap jalan-jalan pagi bersama anjing...

Agustus Full Kegiatan

Seiring berdendangnya lagu Full Senyum di bulan Agustus ini, terbitlah pula full kegiatan yang tak kunjung reda dari awal sampai akhir bulan ini. Sungguh mantap dan mengurangi jam tidurku, tapi senang soalnya aku kerja WFH dan jadinya aku punya banyak kesempatan berkegiatan di luar kandang. Ya benar, berhubung aku tinggal di dusun, bulan ini merupakan bulan tersibuk karena bisa hampir sebulan pasti ada kegiatan harian. Dari lomba, tirakatan, sampai upacara bendera. Agustus memang identik dengan semarak perjuangan yang semangat Hampir tiap hari aku tidur lebih dari jam 12 malam dan bangun jam 6-7 pagi, cukup sih cuman sangat tidak sehat untuk perut dan kulitku. Bayangkan saja hampir tiap hari makan malam di jam 10-11, habis itu pulang dan tidak skincare -an, sungguh membuat kulit kusam pun badan semakin melar. But I really happy. Ketemu sama teman-teman, ngobrol sampai larut malam, main uno, ABC lima dasar. Kayak beban hidup tuh sejenak hilang, ya meskipun sebetulnya masih ada...

Kok Kangen?

IDK why but I really miss him. Jadi gini ceritanya, nggak jadi ding, ya intinya aku pernah dekat sama makhluk Tuhan lalu sekarang sudah far . Cuman ya gitu, kadang tiba-tiba kangen, kadang kalo keinget kayak ada yang mak clekit di dada. Kadang nggak paham harus gimana, tapi diam adalah jalan ninjaku. Ya namanya sesuatu yang belum selesai pasti suka muncul tiba-tiba gitu aja kan? Emang paling bener tuh menyelesaikan bukan ngilang gitu aja. Ya tapi kalo menghilang itu adalah sebuah pilihan, ya harusnya sih nggak papa ya. Mbuh mbuh, bye .