Belajar Komitmen
Hai hai hai, hari ini daku ingin berbagi cerita seputar komitmen yang memang sulit sekali untuk dijalani. Khususnya tentang menulis di sini. Dulu aku tidak berpikir harus menulis berapa tulisan setiap bulannya, aku hanya mikir nulis dan tiap bulan harus mengunggah, dan berhasil meski tidak teratur, jadilah beberapa bulan terakhir ini aku berjanji pada diri sendiri untuk minimal lima tulisan dalam satu bulan agar rutin dan teratur saja, lumayan jalan empat bulan.
Sekitar dua tahun yang
lalu komitmen untuk berolahragaku juga mantap sekali, bisa tiga kali dalam
seminggu, namun semua luntur seiring patah hati yang aku jalani. Hanya alasan. Tapi
ya memang benar, dulu patah hatiku membuatku hilang arah, taunya makan makan
makan dan menghamburkan uang meskipun sedikit. Dari sini aku belajar bahwa
komitmen bisa terhambat karena kegoyahan dalam diri, dan mungkin tidak semuanya
sepertiku, tapi ya ada.
Komitmen memang harus
selalu dipelihara, kalau ditinggalkan dan diacuhkan, biasanya harus mulai dari
nol lagi. Sulit sekali rasanya untuk berolahraga seperti dulu lagi, kalau soal
menulis untung masih bisa, mungkin karena lebih mudah kali ya, hanya otak dan
tangan yang bekerja, anggota tubuh lain tidak.
Kenapa ya komitmen sama
diri sendiri aja susah? Padahal untuk diri sendiri. Perlu ditampar emang
kadang.
Oktober olahraga gimana?
Yuk deh, November pas ulang tahun harus udah kurus. Bisa?
Bisa!
Komentar
Posting Komentar