Pradikta Wicaksono

Pria 37 tahun yang memiliki segudang kemampuan, dari alat musik, bernyanyi, tenis, free dive, sayang kucing, dan yang paling manis adalah sayang aku, tentu saja salah, yang benar adalah sayang mama. Apakah sayang merupakan sebuah kemampuan? Anggap saja iya.

Dia menjadi yatim semenjak beberapa tahun yang lalu, kini dia tinggal bersama kucingnya, Jimbon. Dia memang tidak tinggal bersama mamanya, tapi mereka sering menghabiskan waktu bersama. Kenapa aku sangat tau? Ya, melalui akun media sosialnya.

Belasan tahun berkarir bersama Yovie & The Nuno, kini dia memilih untuk bersolo karir. Dikta Project. Sebentar, bukan ini yang ingin aku bahas, melainkan alasanku mendambakannya, oke berlebihan, maksudku alasanku mengidolakannya.

Aku mengetahui keberadaan Dikta sudah dari lama, aku mengikuti beberapa karyanya, seperti lagu-lagu dia bersama grupnya yang dulu, sinetronnya, atau series YouTube. Sebagian orang berpikir aku mengidolakannya baru-baru ini saja, tidak apa-apa, karena mungkin itu yang terlihat. Kadang aku memilih untuk diam dan mendengarkan pendapat orang lain saja, tanpa memberi ruang untuk diskusi. Seringnya, kita hanya mau berdiskusi dengan orang yang cukup memiliki arti di hidup kita bukan?

Bermula dari patah hati yang membuatku mencari pelarian, aku menemukan Dikta yang sangat lucu. Aku mengikutinya di sosial media sudah sangat lama, tidak ingat kapan, tapi kalau kalian melihat komentar-komentarku di posting-an dia, sejak itulah aku mulai memilihnya.

Kalian tau, Dikta itu sama seperti Mobile Legend, sama seperti BTS, sama seperti latto-latto, sama seperti hobi kalian yang bisa bikin kalian happy, he makes me happy tho. Dari Dikta aku percaya kalau sesuatu yang jauh, sesuatu yang tak tersentuh, sesuatu yang berjarak dari segi apapun itu bisa membuat mood kita naik. Mungkin tidak semua orang bisa merasakan ini, karena ya cara orang mendapatkan bahagia itu beda-beda. Tidak apa-apa, aku hanya ingin berbagi.

Dari Dikta aku belajar juga tentang cara menghargai pilihan orang lain, aku tidak terganggu ketika ada orang bercerita terus-terusan tentang sesuatu, bahkan aku kadang masih tidak habis pikir kenapa sesuatu yang maya bisa benar-benar membuat seseorang bahagia. Dari Dikta aku tau jawabannya.

17 Desember 2022, aku bertemu Dikta untuk pertama kalinya. Waktu itu dia menjadi salah satu bintang tamu di konser yang diselenggarakan di Yogyakarta. Aku berangkat sendiri karena sengaja tidak mengajak siapapun. Ketika dia sampai di panggung, pertama kalinya dalam hidupku aku berteriak kegirangan tanpa kontrol haha, aku lupa apa yang aku pikirkan, tapi aku rasa karena tentu saja aku senang. Tidak ada video dan foto keren yang aku ambil karena aku sibuk menikmati penampilannya, dan aku tidak menyesal. Bulan ini tanggal 11, aku siap bertemu dia lagi!

Jangan malu kalau kamu mengidolakan sesuatu, tunjukkan kalau kamu bisa lebih baik karena hal itu.

One more thing, lakukan hal yang ingin kamu lakukan, berbahagialah dengan prinsip yang kamu pegang, tapi harus stay positive.

Happy-happy ya!” kata Dikta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penghakiman

Tiba-Tiba Mikir

Natal