Surat Terbuka

Surat terbuka untuk teman-temanku, tanpa terkecuali.

Namaku Maria Chrisrini, dan akhir-akhir ini otak aku kosong. Aku terkadang sangat malas membalas pesan, kalau memang penting ya telepon saja, meskipun kadang aku tolak juga. Gimana ya haha, susah jelasinnya, yang jelas aku kadang males bales, padahal posisi main HP, tapi ya cek-cek media sosial aja kadang, nyari yang lucu-lucu, pesanmu kurang lucu, eh maksudnya kamunya yang kurang lucu.

Kalau emang beneran penting, kalian tau rumahku di mana, tidak mungkin aku membiarkan kalian mengetuk pintu sampai selamanya, pasti akan aku bukakan. Datang saja.

Kalian pernah di posisi yang malas berinteraksi? Ingin di rumah terus, ataupun kalau mau keluar ya atas dasar keinginan sendiri?

Nah, itu posisi aku sekarang, aku menikmatinya, sangat. Meskipun kadang aku berpikir “kalau begini terus aku akan kehilangan teman”. Tapi pikiran itu hanya sesaat, benar-benar aku ingin bersama dengan diriku sendiri, menghindari banyak janji yang besar kemungkinan aku ingkari.

Ini proses, tidak semua orang mungkin mengalami proses ini, tidak tau juga, yang jelas aku mengalaminya dan aku menikmati. Diam itu terkadang menyenangkan.

Aku sedang di posisi ingin melakukan banyak hal sendiri, takut membuat janji karena aku sendiri suka berubah-ubah.

Kalaupun pada akhirnya aku melukai beberapa pihak karena sikapku, aku hanya bisa bilang bahwa ini keputusanku, dan yang perlu diingat, sayangi dirimu, kamu lebih penting daripada orang lain.

Ini bukan tentang egois atau tidak, ini tentang mencintai diri sendiri, asal tidak sampai mengorbankan perasaan orang lain dengan sengaja, menurutku tidak masalah, lagipula kita tidak punya tanggungjawab apapun atas perasaan siapapun.

Ayo peluk dirimu, senyum, dan bernapaslah.

Do, what you wanna do!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penghakiman

Tiba-Tiba Mikir

Natal